Membangun Ketahanan Informasi Daerah (1)

Kegiatan KIM BIJAK dalam seminar Membangun Ketahanan Informasi Daerah.

LCCK Tingkat BAKORWIL (2)

Peserta Lomba Cerdik Cermat Komutikatif Tingkat BAKORWIL bertujuan untuk meningkatkan peran KIM dalam proses pembangunan di wilayah kelurahan maupun pedesaan dengan penguasaan IT bagi anggotanya.

PERTURA (3)

Menggali budaya melalui ajang Pertunjukan Rakyat (PERTURA) Tingkat Jawa Timur.

OTONOMI AWARD 2016 (4)

Penghargaan Otonomi Award Kota Malang Tahun 2016 menuju Kota yang Ramah dan Bermartabat.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 74 (5)

Rangkaian Kegiatan Dalam Memperingati Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI ke 74

Selasa, 26 Mei 2020

Strategi percepatan dan pemulihan pasca PSBB Kota Malang.

Kota Malang bersepakat untuk tidak memperpanjang PSBB ke 2. Hal itu disampaikan walikota saat halal BI halal virtual di MCC. Selas 26 Mei 2020 bersama seluruh pejabat dilingkup Pemerintah Kota Malang.
Namun beberapa hal terkait kegiatan pasca PSBB atau setelah tgl 30 Mei 2020 akan dirumuskan dalam bentuk SOP. "Setelah ini kita memasuki new normal Kota Malang, di mana spirit dan roh yang akan kita bangun adalah beradaptasi pada kondisi masa COVID-19. Akan kita susun protokolnya," ujar Wali Kota Malang Sutiaji dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2020).
Adapun strategi dan kebijakan terkait protokol convid-19 dirumuskan dalam 4 pokok pikiran :
1. menyiapkan the new normal life dengan menyusun standar operasional prosedur (SOP) pola hidup sehat dan protokol COVID-19 pasca PSBB.
2. menyiapkan RSUD Kota Malang sebagai rumah sakit darurat dan rumah isolasi untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ringan yang berada di Jalan Kawi, Kota Malang.
3. melakukan pemantauan penyakit kronis melalui pendataan prolanis sebagai acuan utama pemantauan untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan. Jumlahnya sekitar 16 ribu orang, sudah terdata memiliki penyakit bawaan.
4. paket kebijakan stimulus ekonomi dengan merumuskan kebijakan dalam mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat.
"Sebagai penopang kita juga kembangkan lima strategi percepatan, yang meliputi Malang Berbagi, Malang Digital Service, Malang Herbal, Malang Beli Produk Lokal, dan Malang Bahagia," tegas Sutiaji juga politisi partai Demokrat itu.
Sumber Pemkot Malang, detiknews.com
Foto Detik news




Share:

Kamis, 30 Januari 2020

Peran KIM di Masyarakat

Kegiatan workshop pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat yang diselenggarakan kali ini kamis 30 Januari 2020 pada jam 09.00 WIB bertempat di Aula Kecamatan Lowokwaru untuk menggali lebih dalam peran KIM di masyarakat dalam penyebaran informasi pembangunan. Kegiatan yang dihadiri  Camat Lowokwaru Imam Badar, SE, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kota Malang Dra. Sri Winarni, M.Si, Kasie Pengelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Febry Retnosari, SE, M.Si, Penggiat KIM Kota Malang Ario Rachmono dan Panca, Pengurus KIM yang ada di Kota Malang yang saat ini sudah berjumlah 24 KIM atau 24 Kelurahan yang telah terbentuk KIM sampai saat ini.
Dalam sambutannya Camat Lowokwaru menyampaikan bahwa KIM atau Kelompok Informasi Masyarakat sangat luar biasa dalam perannya sebagai agen informasi yang dapat memberikan informasi yang berimbang tentang proses pembangunan di setiap kelurahan. Untuk itu Kecamatan Lowokwaru mendukung penuh terbentuknya KIM disetiap kelurahan yang ada di Kecamatan Lowokwaru.
Untuk meningkatkan peran KIM di masyarakat diperlukan sinergisitas pemerintah kelurahan dengan pengurus KIM yang ada di masing-masing kelurahan sehingga KIM dapat memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat dalam setiap proses pembangunan di setiap wilayah. KIM didorong sebagai agen perubahan dalam era digital ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Dra. Sri Winarni, M.Si kita hanya punya dua pilihan memakan perubahan atau dimakan perubahan, dua pilihan yang akan memberikan output yang sangat berbeda, jika kita memakan perubahan berarti kita siap untuk maju bersama perubahan itu sendiri dan mengembangkan potensi yang ada demi mengembangkan peran KIM dalam proses pembangunan di wilayah. Namun bila kita memilih dimakan perubahan maka kita tidak akan pergi kemana-mana, karena segala potensi yang ada akan tenggelam oleh perubahan itu tanpa kita dapat berbuat apa-apa.
Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Kominfo mengharapkan peran KIM Kota Malang lebih ditingkatkan lagi serta menghidupkan kembali forum KIM Kota Malang. Dalam era digital ini KIM harus mewarnai dalam setiap proses pembangunan di Kota Malang. Untuk maju jangan berhenti membangun Network. Seperti moto Walikota Malang dari Malang untuk Indonesia dan Dunia.

Penulis: Mas Hari
Photografi: Mas Hari dan Gallery KIM
Share:

Rabu, 04 Desember 2019

FKD CAHAYA KASIH

Memaknai hari disabilitas internasional tahun 2019, dimaknai oleh pengurus Forum Keluarga Disabilitas Cahaya Kasih Kec Sukun sebagai langkah upaya mandiri. 
Setelah kurang lebih 3 tahun berorganisasi, forum keluarga yang terdiri dari orang tua dan keluarga disabilitas berkeinginan untuk mengadakan kemajuan pelayanan. Mereka yang selama ini mengelola Disabilitas CP (cerebral palsy), mendapatkan masuakn untuk.menyertakan disabilitas lainnya. Khususnya yang ada di kecamatan sukun (sebagai areal layanannya). 
Dukungan ini diharapkan dapat terwujud dengan diurusnya akte notaris dan penataan kelembagaan FKD. Disamping itu juga rencana pembuatan kampung terapi disabilitas di kelurahan bakankrajan. Hal ini mendapat respon baik dari H Ach Wanedi , ketua Komisi D DPR RI Kota Malang. 
Mari kita wujudkan Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul. 
Kontributor Ario51
Editor :wiroguno
Foto dok kimbijak, IG Kemensosri
Share:

Selasa, 29 Oktober 2019

Peran KIM dalam Penyebaran Informasi Pembangunan

Untuk meningkatkan kemampuan penggiat KIM dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat pada hari selasa tanggal 29 Oktober 2019 di Hotel Trio Indah 2 Malang Dinas Kominfo Kota Malang memberikan pembinaan kepada penggiat KIM Kota Malang dalam tajuk Workshop Jurnalistik dan Fotografi dengan pemateri dari Malang Post dan Pewarta Malang. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing KIM yang ada di masing-masing kelurahan. Workshop dibuka oleh Bpk. Muhammad Suton, S.Sos, MM dari Dinas Kominfo Kota Malang.
Dengan kegiatan ini diharapkan penggiat KIM mampu memberikan informasi yang berkualitas dan sesuai dengan keadaan dilapangan. Sehingga dengan pembinaan ini akan meminimalkan berita hoax yang marak terjadi saat ini.
Informasi pembangunan yang ada dimasing-masing kelurahan sudah seharusnya dapat tersampaikan kepada masyarakat. Dengan pembinaan junalistik dan fotografi ini penggiat KIM dapat meningkatkan kemampuan dalam menulis berita secara tertulis maupun melalui media fotografi. Dari hasil tulisan dan foto yang baik akan dapat memberikan informasi yang menarik bagi masyarakat, terutama dalam memberikan informasi tentang potensi yang ada dimasing-masing kelurahan.
Pemateri pertama dari malang post Muhaimin, S.sos menyampaikan bahwa menulis itu gampang. Dalam menyampaikan berita kalimat yang digunakan pendek-pendek saja dengan kalimat sederhana dan bahasa yang ringan. Bahasa tulisan sangat berbeda dengan bahasa kata. Untuk menulis suatu berita harus mengetahui tentang 5W + 1H yaitu:
- What (apa yang terjadi)
- Who (siapa yang terlibat)
- Where (dimana lokasinya)
- When (kapan terjadinya)
- Why (mengapa peristiwa itu terjadi)
- dan How (bagaimana peristiwa itu terjadi)
Dengan memahami 5W+1H akam memudahkan kita sebagai jurnalis warga untuk menulis berita. Untuk menulis suatu berita harus memenuhi struktur penulisan berita yaitu:
1. Judul berita
2. Teras berita
3. Isi berita
Yang perlu dipahami dalam menulis berita adalah berita yang kita tulis harus berdasarkan fakta yang ada. Tugas jurnalistik adalah
- Merencanakan
- Menggali
- Mencari
- Mengelola
- Melaporkan
Dengan berbekal pelatihan jurnalistik ini diharapkan penggiat KIM Kota Malang dapat memberikan informasi yang benar tentang proses pembangunan yang ada disuatu wilayah. Dan dengan semakin meningkatnya kemampuan dalam menyampaikan berita penggiat KIM dapat menangkat hoax yang beredar di masyarakat.

Penulis : Mas Hari
Fotografi : Mas Hari

Foto Story:




Share:

Jumat, 27 September 2019

Menuju Kampung Bersinar

Memiliki kampung bersih dan indah adalah idaman setiap bagi setiap warga. Dengan adanya lomba kampung bersinar tahun 2019 menjadikan momentum yang tepat untuk mengerakkan semua elemen masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan kebersihan kampung. Kampung yang bersih dan indah adalah idaman bagi setiap orang, kampung idaman adalah dambaan setiap warga seperti yang ada di RT 07 RW 13 Kelurahan Bandungrejosari, kampung idaman merupakan mimpi bagi warga masyarakat dalam mengali nilai-nilai budaya lokal yang adi luhung, tepo sliro, gotong royong, rukun, bersih lingkungannya, dan kelihatan indah dipandang mata.
Lomba kebersihan adalah sarana untuk memberi semangat bagi setiap warga masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam setiap proses kegiatan menuju kampung yang bersih, sehat, indah, rapi dan nyaman seperti yang disampaikan oleh Bpk. Sudiro ketua Tim Juri Kampung Bersinar Kota Malang di hadapan ibu-ibu PKK dan kader lingkungan RW 13 Kelurahan Bandungrejosari pada kegiatan evaluasi setelah Tim Juri melakukan kunjungan ke RW 13 Kelurahan Bandungrejosari pada hari kamis tanggal 26 September 2019 berlokasi di Balai RW 13.
Meski tidak mudah dalam menata kampung yang bersih dan indah, yang ditumbuhi berbagai macam tanaman yang tersebar dimasing-masing RT baik melalui media polibat maupun tanah pekarangan. Ada tanaman sayur organik melalui media polibat dan tanah pekarangan, tanaman toga, tanaman buah jeruk dan lain sebagainya.
Dari hasil pengamatan bahwa dilihat dari sisi luar perkembangan wilayah menuju kampung bersinar cukup luar biasa, namun masih ada beberapa catatan yang perlu diperhatian dalam menata kampung yang bersih dan indah ini yaitu:
1. Lebih meningkat lagi kebersihan lingkungan terutama ditunjang dengan kebersihan selokan, untuk itu sangat perlu untuk difasilitasi tong-tong sampah yang mudah dilewati oleh semua orang.
2. keberadaan biopori sangat bagus dalam menjaga kelestarian air bawah tanah. Biopori/sumur resapan adalah bagian dari upaya sederhana dalam melestasikan sumber air, bila dilakukan secara besar-besaran akan bisa membangun resapan air yang besar.
3. Tema-teme penghijauan sudah banyak dipasang diberbagai tempat, seperti tema lingkungan, tema buah dan lain sebagainya.
Meski terasa berat dalam mewujudkan Kampung yang Bersih, Sehat, Indah, Rapi dan Nyaman, namun bila dilakukan dengan kesadaran yang tinggi dan didukung oleh semua warga masyarakat maka akan terasa ringan dalam mewujudkan cita-cita memiliki kampung yang bersih, sehat, indah, rapi dan nyaman.

Penulis: Mas Hari
Photografi: Mas hari
Share:

Sabtu, 14 September 2019

Sosialisasi Awal Pengurangan Sampah Dari Sumber Sampah dan Pengelolaan Sampah Di TPS3R

Permasalahan sampah adalah permasalahan yang kelihatan remeh tetapi kalau tidak ditangani dengan baik akan dapat memberikan masalah yang serius terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan, coba bayangkan untuk daerah-daerah pemukiman yang padat penduduknya dengan deretan bangunan rumah yang semakin padat, tidak ada lahan kosong untuk membuang sampah bagi masyarakat disitu, apa yang terjadi jika sampah yang dihasilkan rumah tangga tersebut tidak terangkut oleh petugas kebersihan, dampak yang ditimbulkan akan sangat mengerikan mulai kebersihan lingkungan yang terganggu, sampai kesehatan masyarakat juga akan terganggu dan wilayah tersebut juga akan terlihat kumuh.
Untuk memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga ini masyarakat diberikan sosialisasi tentang penanganan sampah dari rumah tangga sampai yang berada di TPS3R dengan difasilitasi oleh dinas lingkungan hidup kota malang yang dilaksanakan di Balai Serba Guna RW 13 Kelurahan Bandungrejosari pada hari Jum'at tanggal 13 September 2019 jam 15.00 wib. kegiatan yang dihadiri oleh Bpk. Lurah Bandungrejosari (Bpk. Zainul Amali), Ketua RW 13, Bpk. Rahmad dari Dinas Lingkungan Hidup, Tim Pendampingan yang dikomandani Ibu Faiz serta tokoh masyarakat dan petugas sampah yang ada di RW 03, 07 dan 13.
TPS3R yang ada di sebelah selatan Lapangan Sepak Bola dibangun pada tahun 2016 dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan sampah rumah tangga yang ada di wilayah RW 03, 07, dan 13. Sampai saat ini pelanggan yang terdaftar sebagai anggota TPS3R mencapai 474 rumah/KK. Bpk Rahmad selaku pemateri dalam kegiatan sosialisasi ini mengharapkan kekompakan dari semua pihak mulai RW 03, 07 dan 13 dalam pengelolaan sampah ini, tanpa adanya kekompakkan maka program pengurangan sampah ini tidak akan dapat berjalan secara maksimal. Perlu adanya orang-orang yang peduli dalam pengelolaan sampah di TPS3R. Yang sudah berjalan jangan diutak atik, tetapi yang belum jalan ini yang harus dilakukan pembenahan. Mulai dari pembenahan kelembagaannya, tehnik pelaksanaan pengelolaan sampah mulai dari tenaga pengakut sampah, tenaga pemilahan sampah, pembenahan admistrasi dan perlu adanya tim relawan yang bertugas memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya pemilahan sampah yang dimulai dari rumah tangga.
Dengan sosialisasi yang terus-menerus diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat terutama Ketua RT untuk melakukan pemilahan sampah ini. Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan TPS3R perlu adanya dukungan dari masyarakat untuk terlibat dalam penanganan sampah ini. Dengan bergabungnya seluruh masyarakat RW 03. 07, dan 13 dalam keanggotaan TPS3R diharapakan dapat memberikan manfaat yang besar, yang tidak saja berdampak pada kebersihan dan keindahan lingkungan, juga dapat memberikan kontribusi bagi RT maupun RW dari hasil pengelolaan sampah tersebut.
Dengan adanya tim pendamping dalam pengurangan sampah yang dibuang ke TPS Supit Urang ini diharapkan dapat memberikan kesadaran akan pentingnya penelolaan sampah rumah tangga. Namun demikian perlu adanya dukungan dari setiap Ketua RT dalam mensukseskan program tersebut, karena tanpa dukungan mereka sosialisasi pengurangan sampah rumah tangga ini tidak akan dapat berjalan dengan maksimal. Kedepan perlu adanya sosialisasi yang menghadirkan semua Ketua RW dan Ibu-Ibu PKK untuk menyamakan visi dalam pengelolaan sampah tersebut. 


Penulis: Mas Hari
Photografi: Mas Hari
Share:

Kamis, 15 Agustus 2019

Penyuluhan PHBS


Kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara rutin oleh PUSKESMAS Janti Kota Malang kepada masyarakat diharapkan akan semakin memberi kesadaran kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan perilaku hidup sehat dan bersih. Pada hari ini kamis tanggal 15 agustus 2019 penyuluhan PHBS bertempat di Balai RW 13 Kelurahan Bandungrejosari yang dihadiri oleh Bpk Ketua RW 13 Bpk. Anang Sutrisno, serta kader-kader posyandu mawar, dan warga masyarakat RW 13. Untuk meningkatkan perilaku hidup seht dan bersih ini Bu. Indra selaku pemateri dari PUSKESMAS Janti menyampaikan tentang PHBS. Untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat harus melaksanakan 10 poin berikut:
1. Melahirkan harus ditolong tenaga kesehatan.
2. Pemberian ASI Ekslusif pada bayi selama 6 bulan, lalu pemberian ASI dan makanan pendamping sampai bayi berusia 2 tahun.
3. Lakukan penimbangan bayi setiap 3 bulan sekali
4. Penggunaan air bersih
5. Cuci tangan pakai sabun
6. Menggunakan toilet
7. Pemberantasan jentik nyamuk
8. Makan sayur- sayuran yang mengandung vitamin A
9. Olahraga 30 Menit per hari
10. Dilarang merokok dirumah.
Sedangkan bu. Citra selaku pemateri kedua lebih menekankan pada masalah stunting yang masih terjadi dimasyarakat kita. Apa itu stunting?
Stunting adalah suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umur. Atau mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.
Penyebab stunting (kerdil) yaitu:
Sanitasi buruk, akses air minum yang buruk, asupan gizi anak yang buruk, asupan gizi saat ibu hamil yang buruk dan faktor ekonomi/faktor kemiskinan.
Beberapa gejala dan tanda lain yang terjadi kalau anak mengalami gangguan pertumbuhan:
·       Berat badan anak tidak naik, bahkan cenderung menurun.
·       Perkembangan tubuh anak terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan).
·       Anak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.
Untuk itu perlu adanya perbaikan perilaku hidup sehat di masyarakat terutama pada kebiasaaan buang air besar. Diharapkan setiap warga memiliki septic tank yang aman dan baik sesuai dengan standar kesehatan.  Ciri-ciri septic tank yang aman yaitu: Kedap air, memiliki lubang kosong, memiliki ventilasi, tersedia pipa masuk dan keluar, dan harus dikuras/disedot, diangkut dan dibuang dengan truk tinja secara reguler ke IPLT.
Volume septik tank untuk satu rumah dengan penghuni 5 orang yang menggunakan air bersih untuk menggelontorkan tinja secara normal adalah 800 liter. Untuk pengurasan septic tank idealnya dilakukan setiap 5 tahun sekali (relative tergantung jumlah penghuni dan volume tangki)
Bakteri e-coli (escheria coli) yang terbawa tinja manusia mencemari sumber air lewat resapan air tanah, jika penampungan air limbah tidak kedap/bocor.
Bebarapa penyakit yang ditimbulkan akibat BAB tidak di jamban:
Diare, kolera, disentri, thypus, kecacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, dan penyakit kulit.


Penulis: Wiroguno
Editor: Mas Hari
Share:

Jumat, 02 Agustus 2019

Kampung Zakat

Bicara penanggulangan kemiskinan di Indonesia mungkin sudah terlalu sering kita bicarakan di berbagai forum. Bahkan lintas kementrian pun sudah menjadi hal biasa bagi kehidupan kelompok masyarakat dan kelompok peduli. Bahkan semakin tahun semakin banyak jumlah dana yag digelontorkan dengan berbagai alasan dan berbagai rujukan. Bahkan prosentase penurunan angka kemiskinan masih menjadi keraguan. Walaupun disampaikan dalam nasional.
Kementrian agamamembuat terobosan dengan mengambil peran kunci lewat pengelolaan zakat, dengan menginisiasikan Kampung Zakat , yang dimulai tahun 2018 dengan menerapkan 3 (tiga) tahapan yaitu pendirian program, pelaksanaan program dan kemandirian. Adapun pelaksanaan dilaksanakan secara terintegrasi mencakup 5 (sektor) yaitu ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan dan sosial-kemanusiaan. 
Kunjungan Tim Pengelolaan Syariah Kemenag Kota Malang di RT10 RW 01
Pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat mempunyai banyak nama dan dilaksanakan lewat berbagai organisasi. beberapa kita kenal adalah BAZNAS lewat Zakat Community Development (salah satu ada di Bandungrejosari an Bp Sukarnoto Kepuh Gg 7 RT7 RW 05), Dompet Dhuafa dengan sebutan Masyarakat Mandiri dan banyak lagi. 
Meskipun sudah banyak dana yang digelontorkan, terpenting adalah seberapa besar dana zakat dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara komunal melalui pemberdayaan desa/kelurahanpartisipasi dari warga sekitar untuk mendukung program ini tetap berlangsung.Bahkan diharapkan Pemerintah Kota Malang dapat mengawal agar program ini berkelanjutan.
Pengelolaan yang dalam kajiannya mempersiapkan masyarakat komunitas untuk dapat mandiri dan mempercepat proses kemandirian. Awal kegiatan lewat stimulan dana zakat, baik yang bersifat konsumtif maupun produktif, diharapkan dapat berjalan lewat pemberdayaan masyarakat dengan mengedepankan nilai nilai lokal dan kerjasama dengan masyarakat sekitar. Disamping itu pula, secara bertahap, lingkungan yang akan mendapatkan program ini menjadi lingkungan yang mandiri, baik secara ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, serta mandiri untuk saling membantu satu sama lain dengan masyarakat yang berada diwilayah sekitarnya.

Rencana tindak berikutnya adalah empati dari berbagai pihak untuk melanjtkan kemandirian kampung zakat ini lewat kemitraan dan harmonisasi dengan dunia usaha dan kelompok peduli lainnya. Sebagaimana diwujudkan di Kampung Zakat Terpadu di Jember.

Kampung Zakat terpadu Jember bisa dilihat di link https://www.youtube.com/watch?v=EpQphNphMFg
Ario/Har
Sumber : Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Republica.co.id, Kanwil Kemenag Jatim
Share:

Kamis, 01 Agustus 2019

Sosialisasi Pencegahan Gangguan Kamtibmas

Lingkungan yang aman dan nyaman adalah dambaan bagi setiap warga masyarakat. Dengan lingkungan yang aman akan memberikan rasa nyaman bagi setiap warga masyarakat. Untuk menciptakan rasa aman inilah maka pada hari ini rabu tanggal 31 Juli 2019 diadakan Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Gangguan Kamtibmas di gedung pertemuan Kelurahan Bandungrejosari sebagai sarana edukasi bagi masyarakat bagaimana menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman terhindar dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan yang dihadiri oleh Bpk. Ketut Widhi E Wirawan , SSos MM selaku Camat Sukun, Bpk. Lurah Bandungrejosari, Kapolsek Sukun, Binmas Sukun, Babinkamtibmas Kelurahan Bandungrejosari, Ketua RW 01-13, Ketua RT, PKK Kelurahan Bandungrejosari dan para tokoh masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini diperlukan karena beberapa bulan terakhir ini terjadi gangguan keamanan di wilayah kecamatan sukun. Terutama pencurian sepeda motor yang terjadi dibeberapa wilayan Kecamatan Sukun. Pada bulan mei tercatat 27 kejadian curanmor, pada bulan juni ada 22 kejadian curanmor. Seperti disampaikan oleh Binmas Polsek Sukun Bpk. Sudarsono kejadian curanmor terjadi pada jam-jam rawan yaitu antara jam 17.00 sampai jam 19.00 dan antara jam 03.00 sampai menjelang subuh yaitu jam 05.00 wib. Lokasi curanmor terjadi pada garasi-garasi mobil yang tidak memiliki pagar. Untuk menjaga keamanan lingkungan ini diperlukan peran masyarakat secara aktif melalui:
1. Kepedulian masyarakat dengan cara tidak apatis terhadap lingkungannya, tetapi setiap warga diharapkan bisa mengenali lingkungannya.
2. Kontrol sosial dengan meningkatkan peran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya dengan saling mengingatkan antara sesama warga masyarakat.
Gangguan kamtibmas terjadi pada 3 bulan terakhir, yaitu terjadi pada:
- waktu menjelang bulan puasa,
- waktu hari raya idul fitri,
- waktu tahun ajaran baru.
Untuk itu diharapkan kepada warga masyarakat untuk kembali menggalakkan atau mengaktifkan kembali siskamling disetiap wilayah masing-masing. Karena gangguan kamtibmas terutama curanmar terjadi pada jam 01.00 wib sampai jam 03.00 wib yang merupakan waktu-waktu rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Dengan adanya siskamling akan meminimalkan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di masyakat.
Sedangkan Bpk. Kapolsek Sukun menghimbau kepada masyarakat terutama Bpk-bpk dan tokoh masyarakat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak selaku generasi penerus bangsa, jangan ada masyarakat yang menjual minuman keras, bagi setiap orang untuk bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri yang selalu siaga dalam setiap keadaan, jangan mudah percaya undian sms berhadiah, dan jangan percaya dengan berita terjadinya musibah bagi salah satu anggota keluarga kita yang disampaikan orang yang tidak dikenal.
Dengan sosialisasi ini diharapkan peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing kembali tergugah. Karena tanpa adanya peran masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungannya maka keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan tercapai.

Penulis: Mas Hari
Photo Galery: Mas Hari





Share:

Kamis, 09 Mei 2019

Sosialisasi Pengelolaan air limbah Domestik

Dalam upaya peningkatan kualitas SDA Kota Malang, Jumat 3 Mei 2019 diadakan sosialisasi pengelolaan air limbah domestik di Sasana Wahana Mulya Kelurahan Bandungrejosari. 
I Ketut Widhi E WIrawan , SSos MM selaku Camat Sukun Kota Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya ini adalah penting dalam mewujudkan program 100-0-100. Sehingga undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, ketua RT,RW kader PKK serta LPMK se kecamatan Sukun dapat memahami upaya pengelolaan air limbah domestik menuju universal access. Lewat Perda  2 Kota Malang tahun 2017  masyarakat Kota Malang dapat memahami upaya mewujudkan sanitasi yang benar, dan mudah di akses. Narasumber dari kementrian adalah Agung Prasetyo ST. menyampaikan ttg pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan akses sanirasi lewat perubahan perilaku. 
Agar mudah memahami prosedurnya, Jannu ST memberikan bagaimana peran teknologi dalam pengelolaan air limbah domestik. Hal ini perlu dipahami guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan dan sistem yang berjalan pada pengelolaan air limbah. Disamping itu, dengan memahami sistemnya masyarakat diharapkan dapat memgambil peran dalam pola pengelolaan air limbah. Khususnya pada kesinambungan program IPAL (sekarang berubah menjadi SPALD). Karena Kota Malang sudah mulai masuk pada krisis air bersih. Harapan ke depannya masyarakat dapat mentransfer pengetahuan dan manajemen pengelolaan air bersih dan Perda 2 Kota Malang tahun 2017 tentang pengelolaan air bersih dapat dipergunakan sebagai acuan hukum. Utamanya penetapan sanksi hukuman terhadap sikap dan perilaku menyimpang penataan air dan lingkungan.
Beberapa perubahan perilaku sederhana yang dapat diterapkan salah satunya adalah adanya saringan pembuangan  serta  keberadaan tempat sampah di kamar mandi. 
Dalam upaya pembangunan SPALD tahun 2020, PUPR memberikan peluang pembangunan SPALD (dahulu IPAL) lewat pengajuan proposal baru, yang dilengkapi dengan Berita Acara (yang terdiri dari kesiapan lahan dan tan tangan  penerima manfaat) . Dan kesempatan ini hanya berlaku sampai akhir Mei 2019.
Penetapan lokasi dan kesiapan masyaraakt RW 12 Klayatan 
Peninjauan pejabat setempat untuk memastikan teknik pelaksanaan 
Pengelolaan perencanaan yang terbuka dan melalui pemahaman mendalam 

Share:

Kamis, 11 April 2019

Berkembang sesuai Pasar

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Malang telah melampaui masa panjang perjuangan menuju masyarakat yang berdaya di bidang informasi. Didirikan awal 2016 lewat terbentuknya 6 KIM (BIJAK, ANDONG MERAH, PURWOAGUNG, LESTARI, CENDERAWASIH dan CEMARA HIJAU) yang merepresentasikan Kelurahan di Kota Malang, berkeinginan agar informasi Pemerintah  dapat mudah diserap oleh masyarakat umum, sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan terkini. Lewat pola membangun kelembagaan dan philosofi ADINDA, KIM membentuk diri sesuai kebutuhan pasar saat itu. Evaluasi keberhasilan KIM pun diuji dalam versi ketangkasan dan kecerdikan lewat pemahaman dan kesesuaian SDM dan "produk" KIM, lewat LCCK (Lomba Cerdik, Cerdas dan Komunikatif) setiap tahun genap. Saat itu masih pada produk lokal (lewat pameran saat LCCK berlangsung) dan kemampuan membangun "pasar".
Studi tiru Penggiat KIM Kota Malang di Kota Surabaya 
Beberapa KIM kemudian merancang image produk / Branding informasi dalam bentuk media, seperti yang dilakukan oleh KIM BIJAK dengan Radio Komunitas Duta Swara. Kemampuan inilah yang kemudian mengangkat Kota Malang menjadi rujukan beberapa daerah, setelah menjadi Juara I LCCK tahun 2013 di Sumenep. 
Hal inilah yang kemudian dikembangkan oleh beberapa kota di Indonesia, salah satunya adalah "mimpi menjadi penggiat informasi dunia" yang dilakukan oleh penggiat KIM Surabaya. Luaaaaarrrbiaaasah.
Lewat penggalangan mimpi bersama, dan difasilitasi oleh Pemkot Surabaya, jadilah komunitas penggiat yang sesuai dengan pasar (market based). Mulai fan page, optimalisasi medsos (IG, FB dan Webpage) menjadi sasaran utama kegiatan penggiat KIM Kota Surabaya. 2 (dua) hal yang menarik adalah Kabar Surabaya dan Pesona Surabaya. 
satu konsep berdagang dan berbagi informasi di era dunia 
Harapan ke depan, KIM yang ada di Kota Malang dapat berkembang lewat potensi wilayah, dengan platform wisata. Setidaknya perkembangan wilayah dan infrastruktur daerah menjadi "pasar" dari penggiat informasi, sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. 
Salam berdaya Salam informasi.
Share:

Studi Tiru, Fenomena baru dalam pengembangan Komunitas Informasi Kota Malang

Dalam rangka memperluas peran masyarakat dalam kancah informasi, Pemerintah Kota Malang lewat Dinas Kominfo mengadakan kunjungan ke Diskominfo Surabaya dan KIM Bahari Sukolilo Surabaya. Kegiatan yang berlangsung Kamis, 4 April 2019 ini bermakna menghidupkan kembali peran masyarakat dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan efisien. Khususnya dalam mengusung visi misi Walikota dan Wakil Walikota Malang 2018-2023.
Ikut serta dalam kunjungan ini,14 perwakilan KIM kota Malang yang didampingi oleh Kasie Pengelolaan dan Kemitraan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Malang Febrian Retnosari S.Sos MSi dan beberapa staf pada Bidang Informasi dan Pelayanan Publik Diskominfo Kota Malang. Harapan yang diusung dalam kegiatan ini adalah membangun kembali infra struktur informasi serta harmonisasi kegiatan KIM Kota Malang.
Selama sehari penuh para penggiat distimulasi dengan pemahaman potensi wilayah, manajemen pengelolaan dan hasil kegiatan, sampai dengan mengasah kemampuan membaca pasar. Fasilitasi Pemkot Surabaya, pengurus KIM Bahari Sukolilo serta Pengurus Forum KIM Surabaya cukup berpengaruh terhadap hasil "meniru" yang akan diterapkan di Penggiat KIM Kota Malang. Namun terpulang pada kemampuan dinas dan masyarakat (baca sinergi) dalam membangun kembali Penggiat KIM untuk Kota Malang yang Bermartabat, berdaya saing serta "berkelas" dunia. Sehingga Pengelolaan dan Manajemen KIM dapat menghasilkan hasil optimal berupa komunitas kreatif  yang mampu memberikan arah keadilan dan kesejahteraan masyarakat Kota Malang. 
Salam berdaya Salam informasi.
Kont berita Ario Rachmono
Share:

Pengunjung

Hallo Bandungrejosari

Hippam News

Kalimat BIJAK

Untuk sukses, Anda harus menemukan sesuatu sebagai pegangan, sesuatu untuk memotivasi Anda, sesuatu untuk menginspirasi Anda.

Kesuksesan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda akan sukses.

Definition List

3R
3R singkatan dari reuse, reduce, dan recycle.
Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.
Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.
Recycle berarti mengolah kembali (mendaur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

ADINDA
Adinda singkatan dari :
Akses informasi
Diskusi
Implementasi
Networkling
Diseminasi informasi
Aspirasi


Pengikut

Theme Support