Sabtu, 19 Desember 2015

Bela Negara .... Bangga jadi bangsa Indonesia

Bertempat di Tugu Monas Jakarta, hari Sabtu (19/12/2015) dilaksanakan upacara Nasional memperingati Hari Bela Negara yang ke 67. Peringatan yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla Peringatan ini sekaligus memperkuat himbauan Kepala Negara dalam proses Revolusi Mental. 
Sesuai dengan Keppres No 28 tgl 18 Desember tahun 2006, Hari Bela Negara ini untuk memperingati peristiwa tahun 1948 saat Belanda memulai Agresi Kedua. Ibukota Republik Yogyakarta diduduki dan para pemimpin Republik ditangkap lalu diasingkan ke Brastagi dan ke Pulau Bangka.
Di Bukittinggi pada hari yang sama berhasil dibentuk Pemerintah Darurat dalam rangka mengisi kekosongan pemerintahan atau “vacum of power” dan memang ke­ko­songan itulah yang di­inginkan Belanda. Ini ter­bukti kemudian dengan inti propagandanya ke dunia internasional bahwa Repu­blik Indonesia telah bubar karena para pemimpinnya ditawan oleh Belanda.
Untuk membantah pro­pa­ganda Belanda itu seren­tak rakyat Indonesia bang­kit. Di Jawa TNI melan­carkan siasat perang gerilya dengan dukungan rakyat. Di Sumatera Pemerintah Daru­rat memimpin rakyat de­ngan bergerilya pula menga­rahkan TNI dan mengatur diplomasi ke Dunia Inter­nasional menggunakan “ko­mu­nikasi radio” sehingga di cemooh oleh Belanda seba­gai “Republik Mikrofon”.
Kebangkitan rakyat se­ren­tak membela negara yang sudah kehilangan pe­mim­­pinnya itulah yang ke­mu­dian diperingati sebagai Hari Bela Negara. “Soe­karno Hatta boleh ditang­kap tetapi beribu pemimpin sanggup mempertahankan Republik”  kata Mr. Sya­frud­din Prawiranegara suatu ketika di Sumatera. Ke­bang­kitan rakyat secara serentak itulah selama 200 hari yang memaksa Belanda bersedia duduk satu meja dengan Republik. Artinya; secara militer dan politik kita menang.
Dua nilai yang dapat diambil dari peristiwa di atas, khususnya dalam memperingati Hari Bela Negara ini yaitu Semangat Cinta Tanah Air dan Semangat Rela Berkorban. Dua hal inilah yang menjadi tolok ukur Revolusi Mental.  
Cerita sekilas peristiwanya dapat dibaca di harian haluan.com.
"Saat ini tantangan yang lebih besar, yaitu perdagangan bebas. Itu juga upaya bela negara yang konkrit" kata Jusuf Kalla saat menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Bela Negara di Lapangan Monas Jakarta.Jika tak mampu bersaing, dikhawatirkan Indonesia akan tertinggal dengan negara lain. 
Tantangan lain yang saat ini juga harus dihadapi Indonesia adalah ancaman keamanan transnasional seperti radikalisme dan terorisme, hingga sindikat perdagangan narkotik. Dia menyayangkan banyaknya generasi muda yang mengalami ketergantungan terhadap narkotik. Apalagi Indonesia saat ini juga menjadi salah satu pasar bagi sindikat narkotik internasional.
Relawan di bawah terbesar yang memecahkan rekor MURI saat menyambut presiden ke tujuh 20 Oktober 2014

Adapun di dalam negeri tantangan yang harus dihadapi, misalnya kemiskinan, buruknya layanan kesehatan dan pendidikan, hingga kemajemukan suku. Jika tak pandai menghadapi keberagaman itu, bukan tak mungkin Indonesia bisa terpecah. 
Acara ini juga dihadiri beberapa menteri Kabinet Kerja, seperti Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Hadir juga Kepala Kepolisian Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jendera Gatot Nurmantyo, serta Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso. Beberapa komponen masyarakat, secara kelembagaan, tokoh masyarakat, ormas dan beberapa dari Partai Politik juga turut hadir.
Tak kalah menariknya, dalam gebyar upacara kali ini turut hadir beberapa musisi rock Indonesia yang akan merilis beberapa lagu guna memberikan semangat bagi generasi mendatang. Jelly Tobing merasa bangga untuk keikutsertaannya dalam mengisi solidaritas bela negara, walau lewat lagu.
Share:

0 komentar:

Pengunjung

Hallo Bandungrejosari

Hippam News

Kalimat BIJAK

Untuk sukses, Anda harus menemukan sesuatu sebagai pegangan, sesuatu untuk memotivasi Anda, sesuatu untuk menginspirasi Anda.

Kesuksesan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda akan sukses.

Definition List

3R
3R singkatan dari reuse, reduce, dan recycle.
Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.
Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.
Recycle berarti mengolah kembali (mendaur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

ADINDA
Adinda singkatan dari :
Akses informasi
Diskusi
Implementasi
Networkling
Diseminasi informasi
Aspirasi


Pengikut

Theme Support